WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 27 September 2012

Tata Surya bagian dalam Tata Surya bagian dalam adalah nama umum sing mencakup planet kebumian lan asteroid. Terutama terbuat sekang silikat lan logam, objek sekang Tata Surya bagian dalam melingkup dekat karo srengenge, radius sekang seluruh daerah ini lewih pendek sekang jarak antara Yupiter lan Saturnus. [sunting] Planet-planet bagian dalam Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe: Planet kebumian Planet-planet bagian dalam. sekang kiri ke kanan: Merkurius, Venus, Bumi, lan Mars (ukuran menurut skala) Empat planet bagian dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) memiliki komposisi batuan sing padat, hampir tidak mempunyai atau tidak mempunyai bulan lan tidak mempunyai sistem cincin. Komposisi Planet-planet ini terutama adalah mineral bertitik leleh tinggi, seperti silikat sing membentuk kerak lan selubung, lan logam seperti besi lan nikel sing membentuk intinya. Tiga sekang empat planet ini (Venus, Bumi lan Mars) memiliki atmosfer, semuanya memiliki kawah meteor lan sifat-sifat permukaan tektonis seperti gunung berapi lan lembah pecahan. Planet sing letaknya di antara srengenge lan bumi (Merkurius lan Venus) disebut juga planet inferior. Merkurius Merkurius (0,4 SA sekang srengenge) adalah planet terdekat sekang srengenge serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami lan ciri geologisnya di samping kawah meteorid sing diketahui adalah lobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya.[26] Atmosfer Merkurius sing hampir teyeng diabaikan terdiri sekang atom-atom sing terlepas sekang permukaannya karena semburan angin srengenge.[27] Besarnya inti besi lan tipisnya kerak Merkurius masih belum teyeng teyeng diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, lan perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal srengenge.[28][29] Venus Venus (0,7 SA sekang srengenge) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). lan seperti bumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat sing tebal lan berinti besi, atmosfernya juga tebal lan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lewih kering sekang bumi lan atmosfernya sembilan kali lewih padat sekang bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas karo suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca sing terkandung di dalam atmosfer.[30] Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet sing teyeng mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal sekang gunung berapi.[31] Bumi Bumi (1 SA sekang srengenge) adalah planet bagian dalam sing terbesar lan terpadat, satu-satunya sing diketahui memiliki aktivitas geologi lan satu-satunya planet sing diketahui memiliki mahluk hidup. Hidrosfer-nya sing cair adalah khas di antara planet-planet kebumian lan juga merupakan satu-satunya planet sing diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup sing menghasilkan 21% oksigen.[32] Bumi memiliki satu satelit, bulan, satu-satunya satelit besar sekang planet kebumian di dalam Tata Surya. Mars Mars (1,5 SA sekang srengenge) berukuran lewih keci sekang bumi lan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis sing kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Permukaan Mars sing dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons lan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan aktivitas geologis sing terus terjadi sampai baru belakangan ini. Warna merahnya berasal sekang warna karat tanahnya sing kaya besi.[33] Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos lan Phobos) sing diduga merupakan asteroid sing terjebak gravitasi Mars.[34] [sunting] Sabuk asteroid Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe: Sabuk asteroid Sabuk asteroid utama lan asteroid Troya Asteroid secara umum adalah objek Tata Surya sing terdiri sekang batuan lan mineral logam beku.[35] Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars lan Yupiter, berjarak antara 2,3 lan 3,3 SA sekang srengenge, diduga merupakan sisa sekang bahan formasi Tata Surya sing gagal menggumpal karena pengaruh gravitasi Yupiter.[36] Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis. Semua asteroid, kecuali Ceres sing terbesar, diklasifikasikan sebagai benda kecil Tata Surya. Beberapa asteroid seperti Vesta lan Hygiea mungkin akan diklasifikasi sebagai planet kerdil jika terbukti telah mencapai kesetimbangan hidrostatik.[37] Sabuk asteroid terdiri sekang beribu-ribu, mungkin jutaan objek sing berdiameter satu kilometer.[38] Meskipun demikian, massa total sekang sabuk utama ini tidaklah lewih sekang seperseribu massa bumi.[39] Sabuk utama tidaklah rapat, kapal ruang angkasa secara rutin menerobos daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Asteroid sing berdiameter antara 10 lan 10−4 m disebut meteorid.[40] [sunting] Ceres Ceres Ceres (2,77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid lan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Diameternya adalah sedikit kurang sekang 1000 km, cukup besar kanggo memiliki gravitasi sendiri kanggo menggumpal membentuk bundaran. Ceres dianggap sebagai planet ketika ditemukan pada abad ke 19, tetapi di-reklasifikasi menjadi asteroid pada taun 1850an setelah observasi lewih lanjut menemukan beberapa asteroid lagi.[41] Ceres direklasifikasi lanjut pada taun 2006 sebagai planet kerdil. [sunting] Kelompok asteroid Asteroid pada sabuk utama dibagi menjadi kelompok lan keluarga asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya. Bulan asteroid adalah asteroid sing mengedari asteroid sing lewih besar. Mereka tidak mudah dibedakan sekang bulan-bulan planet, kadang kala hampir sebesar pasangannya. Sabuk asteroid juga memiliki komet sabuk utama sing mungkin merupakan sumber air bumi.[42] Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5 Yupiter (daerah gravitasi stabil sing berada di depan lan belakang sebuah orbit planet), sebutan "trojan" sering digunakan kanggo objek-objek kecil pada Titik Langrange sekang sebuah planet atau satelit. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 sekang Yupiter, sing artinya kelompok ini mengedari srengenge tiga kali kanggo setiak dua edaran Yupiter. Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi oleh asteroid liar, sing banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam. [sunting] Tata Surya bagian luar Pada bagian luar sekang Tata Surya terdapat gas-gas raksasa karo satelit-satelitnya sing berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, sing sering disebut "es" dalam peristilahan ilmu keplanetan) sing lewih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya. [sunting] Planet-planet luar Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe: Raksasa gas Raksasa-raksasa gas dalam Tata Surya lan srengenge, berdasarkan skala Keempat planet luar, sing disebut juga planet raksasa gas (gas giant), atau planet jovian, secara keseluruhan mencakup 99 persen massa sing mengorbit srengenge. Yupiter lan Saturnus sebagian besar mengandung hidrogen lan helium; Uranus lan Neptunus memiliki proporsi es sing lewih besar. Para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es.[43] Keempat raksasa gas ini semuanya memiliki cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus sing teyeng dilihat karo mudah sekang bumi. Yupiter Yupiter (5,2 SA), karo 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa sekang gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalah hidrogen lan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita pita awan lan Bintik Merah Raksasa. Sejauh sing diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat sing terbesar, Ganymede, Callisto, Io, lan Europa menampakan kemiripan karo planet kebumian, seperti gunung berapi lan inti sing panas.[44] Ganymede, sing merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lewih besar sekang Merkurius. Saturnus Saturnus (9,5 SA) sing dikenal karo sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan karo Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang sekang sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah planet sing paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit sing diketahui sejauh ini (dan 3 sing belum dipastikan) dua di antaranya Titan lan Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya sekang es saja.[45] Titan berukuran lewih besar sekang Merkurius lan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya sing memiliki atmosfer sing cukup berarti. Uranus Uranus (19,6 SA) sing memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet sing paling ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari srengenge karo bujkuran poros 90 derajad pada ekliptika. Planet ini memiliki inti sing sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya lan hanya sedikit memancarkan energi panas.[46] Uranus memiliki 27 satelit sing diketahui, sing terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel lan Miranda. Neptunus Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lewih kecil sekang Uranus, memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lewih padat. Planet ini memancarkan panas sekang dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus.[47] Neptunus memiliki 13 satelit sing diketahui. sing terbesar, Triton, geologinya aktif, lan memiliki geyser nitrogen cair.[48] Triton adalah satu-satunya satelit besar sing orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, sing disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 karo Neptunus. Komet Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe: Komet Komet Hale-Bopp Komet adalah badan Tata Surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer, dan terbuat sekang es volatil. Badan-badan ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi, secara umum perihelion-nya terletak di planet-planet bagian dalam lan letak aphelion-nya lewih jauh sekang Pluto. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya bagian dalam, dekatnya jarak sekang srengenge menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi lan berionisasi, sing menghasilkan koma, ekor gas lan debu panjang, sing sering teyeng dilihat karo mata telanjang. Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang sekang dua ratus taun. Sedangkan komet berperioda panjang memiliki orbit sing berlangsung ribuan taun. Komet berperioda pendek dipercaya berasal sekang Sabuk Kuiper, sedangkan komet berperioda panjang, seperti Hale-bopp, berasal sekang Awan Oort. Banyak kelompok komet, seperti Kreutz Sungrazers, terbentuk sekang pecahan sebuah induk tunggal.[49] Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal sekang luar Tata Surya, tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit.[50] Komet tua sing bahan volatilesnya telah habis karena panas srengenge sering dikategorikan sebagai asteroid.[51] [sunting] Centaur Centaur adalah benda-benda es mirip komet sing poros semi-majornya lewih besar sekang Yupiter (5,5 SA) lan lewih kecil sekang Neptunus (30 SA). Centaur terbesar sing diketahui adalah, 10199 Chariklo, berdiameter 250 km.[52] Centaur temuan pertama, 2060 Chiron, juga diklasifikasikan sebagai komet (95P) karena memiliki koma sama seperti komet kalau mendekati srengenge.[53] Beberapa astronom mengklasifikasikan Centaurs sebagai objek sabuk Kuiper sebaran-ke-dalam (inward-scattered Kuiper belt objects), seiring karo sebaran keluar sing bertempat di piringan tersebar (outward-scattered residents of the scattered disc).[54] Daerah trans-Neptunus Plot seluruh objek sabuk Kuiper Diagram sing menunjukkan pembagian sabuk Kuiper Daerah sing terletak jauh melampaui Neptunus, atau daerah trans-Neptunus, sebagian besar belum dieksplorasi. Menurut dugaan daerah ini sebagian besar terdiri sekang dunia-dunia kecil (yang terbesar memiliki diameter seperlima bumi lan bermassa jauh lewih kecil sekang bulan) lan terutama mengandung batu lan es. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah luar Tata Surya, meskipun berbagai orang menggunakan istilah ini kanggo daerah sing terletak melebihi sabuk asteroid. Sabuk Kuiper Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe: Sabuk Kuiper Sabuk Kuiper adalah sebuah cincin raksasa mirip karo sabuk asteroid, tetapi komposisi utamanya adalah es. Sabuk ini terletak antara 30 lan 50 SA, lan terdiri sekang benda kecil Tata Surya. Meski demikian, beberapa objek Kuiper sing terbesar, seperti Quaoar, Varuna, lan Orcus, mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 100.000 objek Sabuk Kuiper sing berdiameter lewih sekang 50 km, tetapi diperkirakan massa total Sabuk Kuiper hanya sepersepuluh massa bumi.[55] Banyak objek Kuiper memiliki satelit ganda lan kebanyakan memiliki orbit di luar bidang eliptika. Sabuk Kuiper secara kasar teyeng dibagi menjadi "sabuk klasik" lan resonansi. Resonansi adalah orbit sing terkait pada Neptunus (contoh: dua orbit kanggo setiap tiga orbit Neptunus atau satu kanggo setiap dua). Resonansi sing pertama bermula pada Neptunus sendiri. Sabuk klasik terdiri sekang objek sing tidak memiliki resonansi karo Neptunus, lan terletak sekitar 39,4 SA sampai 47,7 SA.[56] Anggota sekang sabuk klasik diklasifikasikan sebagai cubewanos, setelah anggota jenis pertamanya ditemukan (15760) 1992QB1 [57] Pluto lan Charon Pluto lan ketiga bulannya Pluto (rata-rata 39 SA), sebuah planet kerdil, adalah objek terbesar sejauh ini di Sabuk Kuiper. Ketika ditemukan pada taun 1930, benda ini dianggap sebagai planet sing kesembilan, definisi ini diganti pada taun 2006 karo diangkatnya definisi formal planet. Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat sekang bidang ekliptika) lan berjarak 29,7 SA sekang srengenge pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49,5 SA pada titik aphelion. Tidak jelas apakah Charon, bulan Pluto sing terbesar, akan terus diklasifikasikan sebagai satelit atau menjadi sebuah planet kerdil juga. Pluto lan Charon, keduanya mengedari titik barycenter gravitasi di atas permukaannya, sing membuat Pluto-Charon sebuah sistem ganda. Dua bulan sing jauh lewih kecil Nix lan Hydra juga mengedari Pluto lan Charon. Pluto terletak pada sabuk resonan lan memiliki 3:2 resonansi karo Neptunus, sing berarti Pluto mengedari srengenge dua kali kanggo setiap tiga edaran Neptunus. Objek sabuk Kuiper sing orbitnya memiliki resonansi sing sama disebut plutino.[58] [sunting] Haumea lan Makemake Haumea (rata-rata 43,34 SA) lan Makemake (rata-rata 45,79 SA) adalah dua objek terbesar sejauh ini di dalam sabuk Kuiper klasik. Haumea adalah sebuah objek berbentuk telur lan memiliki dua bulan. Makemake adalah objek paling cemerlang di sabuk Kuiper setelah Pluto. Pada awalnya dinamai Cithakan:Mp lan Cithakan:Mp, pada taun 2008 diberi nama lan status sebagai planet kerdil. Orbit keduanya berinklinasi jauh lewih membujur sekang Pluto (28° lan 29°) [59] lan lain seperti Pluto, keduanya tidak dipengaruhi oleh Neptunus, sebagai bagian sekang kelompok Objek Sabuk Kuiper klasik. Piringan kesebar Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe: Piringan kesebar Ireng: kesebar; biru: klasik; ijo: resonan Eris lan satelitnya Dysnomia Piringan kesebar (scattered disc) berpotongan karo sabuk Kuiper lan menyebar keluar jauh lewih luas. Daerah ini diduga merupakan sumber komet berperioda pendek. Objek piringan tersebar diduga terlempar ke orbit sing tidak menentu karena pengaruh gravitasi sekang gerakan migrasi awal Neptunus. Kebanyakan objek piringan tersebar (scattered disc objects, atau SDO) memiliki perihelion di dalam sabuk Kuiper lan apehelion hampir sejauh 150 SA sekang srengenge. Orbit OPT juga memiliki inklinasi tinggi pada bidang ekliptika lan sering hampir bersudut siku-siku. Beberapa astronom menggolongkan piringan tersebar hanya sebagai bagian sekang sabuk Kuiper lan menjuluki piringan tersebar sebagai "objek sabuk Kuiper tersebar" (scattered Kuiper belt objects).[60] Eris Eris (rata-rata 68 SA) adalah objek piringan tersebar terbesar sejauh ini lan menyebabkan mulainya debat tentang definisi planet, karena Eris hanya 5%lebih besar sekang Pluto lan memiliki perkiraan diameter sekitar 2.400 km. Eris adalah planet kerdil terbesar sing diketahui lan memiliki satu bulan Dysnomia.[61] Seperti Pluto, orbitnya memiliki eksentrisitas tinggi, karo titik perihelion 38,2 SA (mirip jarak Pluto ke srengenge) lan titik aphelion 97,6 SA karo bidang ekliptika sangat membujur. Daerah terjauh Titik tempat Tata Surya berakhir lan ruang antar lintang mulai tidaklah persis terdefinisi. Batasan-batasan luar ini terbentuk sekang dua gaya tekan sing terpisah: angin srengenge lan gravitasi srengenge. Batasan terjauh pengaruh angin srengenge kira kira berjarak empat kali jarak Pluto lan srengenge. Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar lintang. Akan tetapi Bola Roche srengenge, jarak efektif pengaruh gravitasi srengenge, diperkirakan mencakup sekitar seribu kali lewih jauh. Heliopause Voyager memasuki heliosheath Heliopause dibagi menjadi dua bagian terpisah. Awan angin sing bergerak pada kecepatan 400 km/detik sampai menabrak plasma sekang medium ruang antarlintang. Tabrakan ini terjadi pada benturan terminasi sing kira kira terletak di 80-100 SA sekang srengenge pada daerah lawan angin lan sekitar 200 SA sekang srengenge pada daerah searah jurusan angin. Kemudian angin melambat dramatis, memampat lan berubah menjadi kencang, membentuk struktur oval sing dikenal sebagai heliosheath, karo kelakuan mirip seperki ekor komet, mengulur keluar sejauh 40 SA di bagian arah lawan angin lan berkali-kali lipat lewih jauh pada sebelah lainnya. Voyager 1 lan Voyager 2 dilaporkan telah menembus benturan terminasi ini lan memasuki heliosheath, pada jarak 94 lan 84 SA sekang srengenge. Batasan luar sekang heliosfer, heliopause, adalah titik tempat angin srengenge berhenti lan ruang antar lintang bermula. Bentuk sekang ujung luar heliosfer kemungkinan dipengaruhi sekang dinamika fluida sekang interaksi medium antar lintang lan juga medan magnet srengenge sing mengarah di sebelah selatan (sehingga memberi bentuk tumpul pada hemisfer utara karo jarak 9 SA, lan lewih jauh daripada hemisfer selatan. Selebih sekang heliopause, pada jarak sekitar 230 SA, terdapat benturan busur, jaluran ombak plasma sing ditinggalkan srengenge seiring edarannya berkeliling di Bima Sakti. Sejauh ini belum ada kapal luar angkasa sing melewati heliopause, sehingga tidaklah mungkin mengetahui kondisi ruang antar lintang lokal karo pasti. Diharapkan satelit NASA voyager akan menembus heliopause pada sekitar dekade sing akan datang lan mengirim kembali data tingkat radiasi lan angin srengenge. Dalam pada itu, sebuah tim sing dibiayai NASA telah mengembangkan konsep "Vision Mission" sing akan khusus mengirimkan satelit penjajak ke heliosfer. [sunting] Awan Oort Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe: Awan Oort Gambaran seorang artis tentang Awan Oort Secara hipotesa, Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa sing terdiri sekang bertrilyun-trilyun objek es, dipercaya merupakan sumber komet berperioda panjang. Awan ini menyelubungi srengenge pada jarak sekitar 50.000 SA (sekitar 1 taun cahaya) sampai sejauh 100.000 SA (1,87 taun cahaya). Daerah ini dipercaya mengandung komet sing terlempar sekang bagian dalam Tata Surya karena interaksi karo planet-planet bagian luar. Objek Awan Oort bergerak sangat lambat lan teyeng digoncangkan oleh situasi-situasi langka seperti tabrakan, effek gravitasi sekang laluan lintang, atau gaya pasang galaksi, gaya pasang sing didorong Bima Sakti.[62][63] [sunting] Sedna Foto teleskop Sedna 90377 Sedna (rata-rata 525,86 SA) adalah sebuah benda kemerahan mirip Pluto karo orbit raksasa sing sangat eliptis, sekitar 76 SA pada perihelion lan 928 SA pada aphelion lan berjangka orbit 12.050 taun. Mike Brown, penemu objek ini pada taun 2003, menegaskan bahwa Sedna tidak merupakan bagian sekang piringan tersebar ataupun sabuk Kuiper karena perihelionnya terlalu jauh sekang pengaruh migrasi Neptunus. Dia lan beberapa astronom lainnya berpendapat bahwa Sedna adalah objek pertama sekang sebuah kelompok baru, sing mungkin juga mencakup 2000 CR105. Sebuah benda bertitik perihelion pada 45 SA, aphelion pada 415 SA, lan berjangka orbit 3.420 taun. Brown menjuluki kelompok ini "Awan Oort bagian dalam", karena mungkin terbentuk melalui proses sing mirip, meski jauh lewih dekat ke srengenge. Kemungkinan besar Sedna adalah sebuah planet kerdil, meski bentuk kebulatannya masih harus ditentukan karo pasti. [sunting] Batasan-batasan Deleng uga: Planet X Banyak hal sekang Tata Surya kita sing masih belum diketahui. Medan gravitasi srengenge diperkirakan mendominasi gaya gravitasi lintang-lintang sekeliling sejauh dua taun cahaya (125.000 SA). Perkiraan bawah radius Awan Oort, di sisi lain, tidak lewih besar sekang 50.000 SA.[64] Sekalipun Sedna telah ditemukan, daerah antara Sabuk Kuiper lan Awan Oort, sebuah daerah sing memiliki radius puluhan ribu SA, teyeng dikatakan belum dipetakan. Selain itu, juga ada studi sing sedang berjalan, sing mempelajari daerah antara Merkurius lan srengenge.[65] Objek-objek baru mungkin masih akan ditemukan di daerah sing belum dipetakan. [sunting] Dimensi Perbandingan beberapa ukuran penting planet-planet: Karakteristik Merkurius Venus Bumi Mars Yupiter Saturnus Uranus Neptunus Jarak orbit (juta km) (SA) 57,91 (0,39) 108,21 (0,72) 149,60 (1,00) 227,94 (1,52) 778,41 (5,20) 1.426,72 (9,54) 2.870,97 (19,19) 4.498,25 (30,07) Waktu edaran (taun) 0,24 (88 hari) 0,62 (224 hari) 1,00 1,88 11,86 29,45 84,02 164,79 Jangka rotasi 58,65 hari 243,02 hari 23 jam 56 menit 24 jam 37 menit 9 jam 55 menit 10 jam 47 menit 17 jam 14 menit 16 jam 7 menit Eksentrisitas edaran 0,206 0,007 0,017 0,093 0,048 0,054 0,047 0,009 Sudut inklinasi orbit (°) 7,00 3,39 0,00 1,85 1,31 2,48 0,77 1,77 Sudut inklinasi ekuator terhadap orbit (°) 0,00 177,36 23,45 25,19 3,12 26,73 97,86 29,58 Diameter ekuator (km) 4.879 12.104 12.756 6.805 142.984 120.536 51.118 49.528 Massa (dibanding Bumi) 0,06 0,81 1,00 0,15 317,8 95,2 14,5 17,1 Kepadatan menengah (g/cm³) 5,43 5,24 5,52 3,93 1,33 0,69 1,27 1,64 Suhu permukaan min. menengah maks. -173 °C +167 °C +427 °C +437 °C +464 °C +497 °C -89 °C +15 °C +58 °C -133 °C -55 °C +27 °C -108 °C -139 °C -197 °C -201 °C [sunting] Konteks galaksi Lokasi Tata Surya di dalam galaksi Bima Sakti Lukisan artis sekang Gelembung Lokal Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral sing berdiameter sekitar 100.000 taun cahaya lan memiliki sekitar 200 milyar lintang.[66] srengenge berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi sing disebut Lengan Orion.[67] Letak srengenge berjarak antara 25.000 lan 28.000 taun cahaya sekang pusat galaksi, karo kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per detik. Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta taun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai taun galaksi Tata Surya.[68] Apex srengenge, arah jalur srengenge di ruang semesta, dekat letaknya karo konstelasi Herkules terarah pada posisi akhir lintang Vega.[69] Lokasi Tata Surya di dalam galaksi berperan penting dalam evolusi kehidupan di Bumi. Bentuk orbit bumi adalah mirip lingkaran karo kecepatan hampir sama karo lengan spiral galaksi, karenanya bumi sangat jarang menerobos jalur lengan. Lengan spiral galaksi memiliki konsentrasi supernova tinggi sing berpotensi bahaya sangat besar terhadap kehidupan di Bumi. Situasi ini memberi Bumi jangka stabilitas sing panjang sing memungkinkan evolusi kehidupan.[70] Tata Surya juga terletak jauh sekang daerah padat lintang di pusat galaksi. Di daerah pusat, tarikan gravitasi lintang-lintang sing berdekatan teyeng menggoyang benda-benda di Awan Oort lan menembakan komet-komet ke bagian dalam Tata Surya. Ini teyeng menghasilkan potensi tabrakan sing merusak kehidupan di Bumi. Intensitas radiasi sekang pusat galaksi juga memengaruhi perkembangan bentuk hidup tingkat tinggi. Walaupun demikian, para ilmuwan berhipotesa bahwa pada lokasi Tata Surya sekarang ini supernova telah memengaruhi kehidupan di Bumi pada 35.000 taun terakhir karo melemparkan pecahan-pecahan inti lintang ke arah srengenge dalam bentuk debu radiasi atau bahan sing lewih besar lainnya, seperti berbagai benda mirip komet.[71] Daerah lingkungan sekitar Lingkungan galaksi terdekat sekang Tata Surya adalah sesuatu sing dinamai Awan Antarlintang Lokal (Local Interstellar Cloud, atau Local Fluff), yaitu wilayah berawan tebal sing dikenal karo nama Gelembung Lokal (Local Bubble), sing terletak di tengah-tengah wilayah sing jarang. Gelembung Lokal ini berbentuk rongga mirip jam pasir sing terdapat pada medium antarlintang, lan berukuran sekitar 300 taun cahaya. Gelembung ini penuh ditebari plasma bersuhu tinggi sing mungkin berasal sekang beberapa supernova sing belum lama terjadi.[72] Di dalam jarak sepuluh taun cahaya (95 triliun km) sekang srengenge, jumlah lintang relatif sedikit. lintang sing terdekat adalah sistem kembar tiga Alpha Centauri, sing berjarak 4,4 taun cahaya. Alpha Centauri A lan B merupakan lintang ganda mirip karo srengenge, sedangkan Centauri C adalah kerdil merah (disebut juga Proxima Centauri) sing mengedari kembaran ganda pertama pada jarak 0,2 taun cahaya. lintang-lintang terdekat berikutnya adalah sebuah kerdil merah sing dinamai lintang Barnard (5,9 taun cahaya), Wolf 359 (7,8 taun cahaya) lan Lalande 21185 (8,3 taun cahaya). lintang terbesar dalam jarak sepuluh taun cahaya adalah Sirius, sebuah lintang cemerlang dikategori 'urutan utama' kira-kira bermassa dua kali massa srengenge, lan dikelilingi oleh sebuah kerdil putih jenenge Sirius B. Keduanya berjarak 8,6 taun cahaya. Sisa sistem selebihnya sing terletak di dalam jarak 10 taun cahaya adalah sistem lintang ganda kerdil merah Luyten 726-8 (8,7 taun cahaya) lan sebuah kerdial merah jenenge Ross 154 (9,7 taun cahaya).[73] lintang tunggal terdekat sing mirip srengenge adalah Tau Ceti, sing terletak 11,9 taun cahaya. lintang ini kira-kira berukuran 80% berat srengenge, tetapi kecemerlangannya (luminositas) hanya 60%.[74] Planet luar Tata Surya terdekat sekang srengenge, sing diketahui sejauh ini adalah di lintang Epsilon Eridani, sebuah lintang sing sedikit lewih pudar lan lewih merah dibandingkan mathari. Letaknya sekitar 10,5 taun cahaya. Planet lintang ini sing sudah dipastikan, jenenge Epsilon Eridani b, kurang lewih berukuran 1,5 kali massa Yupiter lan mengelilingi induk lintangnya karo jarak 6,9 taun cahaya.[75] Rotasi dan Revolusi Rotasi adalah perputaran benda pada suatu sumbu yang tetap, misalnya perputaran gasing dan perputaran bumi pada poros/sumbunya. Untuk bumi, rotasi ini terjadi pada garis/poros/sumbu utara-selatan (garis tegak dan sedikit miring ke kanan). Jadi garis utara-selatan bumi tidak berimpit dengan sumbu rotasi bumi, seperti yang terlihat pada "globe bola dunia" yang digunakan dalam pelajaran ilmu bumi/geografi. Kecepatan putaran ini diukur oleh banyaknya putaran per satuan waktu. Misalnya bumi kita berputar 1 putaran per 24 jam. Untuk rotasi mesin yang berputar lebih cepat dari rotasi bumi, kita pakai satuan rotasi per menit (rpm). Akibat dari gerak rotasi ini, maka benda tersebut akan mengalami gaya sentrifugal, yaitu jenis gaya dalam ilmu fisika yang mengakibatkan benda akan terlempar keluar. Hal ini akan nampak terasa pada saat kita naik mobil yang melewati tikungan melingkar. Pada saat mobil ini bergerak melingkar dengan kecepatan agak tinggi, maka penumpang dalam mobil akan merasa terlempar ke samping (ke sisi luar lingkaran itu) sebagai akibat dari adanya gaya sentrifugal. rotasi bumi pada porosnya Bulan adalah satelit alami yang mengelilingi planet bumi yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa bantuan alat apapun. Bulan adalah benda angkasa yang bergerak secara relatif. Secara umum bulan bergerak relatip dalam tiga macam, yaitu rotasi, revolusi dan revolusi dengan bumi pada matahari. 1. Rotasi / Hari Rotasi adalah perputaran satelit bulan pada porosnya seperti bumi berputar pada porosnya setiap hari. Saat ini bulan berotasi setiap 27,3 hari sekali. Dengan demikian satu hari di bulan sama dengan 27,3 hari di bumi atau 27,3 kali lebih lama daripada di pelanet kita. 2. Revolusi Terhadap Planet Bumi Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27,3 hari. Karena waktu rotasi dan revolusi bulan adalah sama, maka permukaan bulan yang terlihat dari bumi tidak berubah dari waktu ke waktu. 3. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi Bulan bersama-sama dengan planet bumi juga mengelilingi matahari. Seperti yang kita ketahui bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk beredar mengelilingi matahari adalah 365.25 hari. Begitupun revolusi bulan terhadap matahari bersama bumi juga 365,25 hari. Setiap empat tahun sekali kelebihan hari dibulatkan menjadi 366 hari atau disebut juga sebagai tahun kabisat. Gerhana Gerhana merupakan kejadian yang berlaku apabila satu benda langit bergerak ke dalam bayang benda langit yang lain. Terdapat dua jenis gerhana: • gerhana matahari * gerhana bulan Gerhana Matahari Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Gerhana matahari pada tanggal 29 Maret 2006. Gerhana matahari dapat dibagi kepada tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari. Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya. Gerhana matahari tahun 1999 di Perancis Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan. Gerhana Bulan Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi. Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali. Jenis-jenis gerhana bulan'' • Gerhana bulan total Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra. • Gerhana bulan sebagian Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan. • Gerhana bulan penumbra Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram. Penanggalan Masehi dan Hijriyah Penanggalan masehi dan hijriyah berbeda berdasarkan dasar sistem perhitungannya. Penanggalan hijriyah berdasarkan peredaran bulan (qamariyah), sedangkan penanggalan masehi berdasarkan peredaran matahari (syamsiyah). Dalam sistem penanggalan qamariyah, waktu diukur berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Satu kali putaran membutuhkan waktu antara 29 hingga 30 hari. Karena itulah maka disebut bahwa 29 atau 30 hari itu sebagai satu bulan. Maka kalau kita bicara tentang perhitungan bulan, yang lebih tepat adalah sistem penanggalan qamariyah. Sebab satu bulan dalam penanggalan qamariyah adalah waktu yang dibutuhkan oleh bulan untuk mengelilingi bumi kita. Menurut sistem qamariayah, setahun adalah waktu yang dibutuhkan bulan untuk mengelilingi bumi sebanyak 12 kali. Sedangkan dalam sistem penanggalan syamsiyah, waktu diukur berdasarkan lamanya bumi mengitari matahari. Lamanya 365 1/4 hari dalam satu kali putaran. Dan disebut satu tahun. Kemudian, waktu satu tahun itu dibagi menjadi dua belas tanpa dasar apapun kecuali kebijakan saja. Sehingga usia bulan itu menjadi berlainan, kadang 31 hari, kadang 30 hari, kadang 29 hari dan bisa juga 28 hari. Siapa yang menentukan? Para penguasa di masa Romawi kuno dahulu. Oleh karena itu, satu tahun menurut sistem qamariyah berbeda dengan sistem syamsiah. planet merkurius periode rotasi adalah 59 hari dan periode revolusi adalah 88 hari # planet venus periode rotasi adalah 243 hari dan periode revolusi adalah 225 hari # planet bumi periode rotasi adalah 23 jam 56 menit dan periode revolusi adalah 365 hari # planet mars periode rotasi adalah 24 jam 37 menit dan periode revolusi adalah 687 hari # planet yupiter periode rotasi adalah 9 jam 50 menit dan periode revolusi adalah 11,9 tahun # planet saturnus periode rotasi adalah 10 jam 14 menit dan periode revolusi adalah 29,5 tahun # planet uranus periode rotasi adalah 17 jam dan periode revolusi adalah 84 tahun # planet neptunus periode rotasi adalah 18-26 jam dan periode revolusi adalah 165 tahun

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates